Orkes Gulintangan, Alat Musik Tradisi Brunei Darusalam

 Orkes gulintangan, juga dikenal sebagai gamelan, adalah sebuah ansambel musik tradisional yang populer di berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Brunei Darussalam. Gulintangan sendiri adalah instrumen musik yang terdiri dari serangkaian gong yang disusun dalam rangkaian. 


Di Brunei, orkes gulintangan umumnya terdiri dari berbagai jenis gong, termasuk gong utama yang disebut "gulintangan," gong saron, kenong, dan beberapa instrumen lainnya. Orkes gulintangan ini biasanya dimainkan dalam berbagai acara tradisional, seperti upacara adat, pernikahan, dan festival budaya. Bagi Masyarakat Brunei, Gulintangan merupakan media untuk mengungkapkan rasa Bahagia, syukur, serta duka. Sebagai ungkapan Bahagia dan syukur, gulintangan digelar dalam acara pernikahan atau penyambutan tamu-tamu kehormatan di istana.

Masing-masing gong dalam orkes gulintangan memiliki tanggung jawab tertentu dalam menciptakan melodi dan ritme yang khas. Penampilan orkes gulintangan Brunei seringkali diiringi oleh tarian tradisional dan penggunaan busana adat.

Orkes Gulintangan terdiri dari beberapa instrument musik, antara lain sebagai berikut:

1. Gulintangan

Gulintangan merupakan instrumen utama dalam orkestra gulintangan. Fungsinya sebagai pembuka dalam komposisi. Instrumen ini berupa gong kecil berjumlah delapan buah yang tersusun berjejer di atas tali. Bentuknya mirip bonang dalam instrumen gamelan Jawa.

2. Gong besar

Gong besar berfungsi sebagai pengiring dan penegas dalam tiap jeda irama musik agar tidak terjadi kekosongan bunyi dalam komposisi. Bentuknya mirip gong dalam gamelan Jawa, Bali, dan Sunda.

3. Canang

Canang berbentuk gong gantung yang berjumlah tiga buah. Fungsinya sebagai pengiring dan pelengkap suara. Bentuknya mirip kempul dalam gamelan Jawa.

4. Tawak-tawak

Tawak-tawak berupa gong yang ukurannya lebih besar daripada canang, tetapi lebih kecil daripada gong. Tawak-tawak dalam gulintangan berjumlah dua buah. Fungsinya dalam komposisi adalah sebagai pengiring untuk merespons irama orkes sehingga suara musik tidak akan menjadi sumbang. Tawak-tawak digantung dengan tali pada sebuah tiang.

5. Gandang/gendang labik (gendang kembar)

Gandang labik merupakan alat musik yang mirip dengan kendang Jawa, Sunda, dan Bali. Dalam orkestra gulintangan. gandang labik yang dimainkan berjumlah dua buah sehingga sering disebut sebagai gendang kembar. Gandang labik berfungsi sebagai pengatur dan pengisi ritme dan penanda memulai serta mengakhiri komposisi. Orkestra gulintangan pada masa kini dimainkan dalam berbagai variasi. Ada yang menggunakan satu gendang labik, ada yang menggunakan dua gendang labik, bahkan ada yang tidak menggunakan gendang labik. Namun demikian, semua kelompok orkestra gulintangan tetap mempertahankan instrumen yang sama, yaitu gulintangan.

Komentar